Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Minggu, 14 Februari 2010

Pertenakan ikan di kolam sekitar kita

Mengingat di desaku tercinta ini yang tidak memiliki sumber air pengairan yang terus menerus setiap harinya sehingga untuk usaha perikanan air tawar tidak dapat dilakukan di empang-empang ataupun kolam-kolam ikan seperti di daerah pegunungan yang memiliki sumber mata air.

Bila ada warga hendak usaha pertenakan tersebut perlu pembuatan kolam-kolam ikan yang permanen yang terbuat dari pasangan dinding batu. Hal ini memerlukan biaya cukup besar pada pembuatan kolam-kolam ikan tersebut.

Perlunya arus buatan agar setiap kolom-kolom agar ikan cepat besar selain pemberian makanan atau umpan. Apa bila kita menggunakan pompa listrik watt kecil untuk membuat air mengalir ke luar dan masuk, namun hal ini masih menjadi kendala pembengkatkan biaya berupa tagihan listrik menjadi di rumah bertambah besar.

Perlu adanya trobosan ? untuk membuat kolom-kolam tersebut dapat memiliki arus pada kolam-kolam ikan tersebut, sebaiknya mengunakan kincir angin saja. Karena mengunakan angin tidak bayar alias gratis setiap harinya. Dan ini perlu pengembangan pula agar kita dapat membuat arus yang sesuai dinginkan.

Untuk makan atau umpan sehari-hari ikan di kolam tersebut selain mengunakan pelet, namun harga makanan ikan dari pabrik tersebut tersebut harga tidak tetap terkadang naik. Hal ini perlu penggantian umpam ikan sebaik pelet mengunakan roti yang sudah tidak layak di komsumsi buat masyarakat atau manusia lagi dan ini dapat di beli di pabrik roti terdekat. Semua pemberian makanan ataupun umpan dapat ikan waktunya dan jumbahnya di sesuaikan agar sisa-sisa makanan menimbulkan penyakit pada ikan-ikan tersebut atau memperpendek waktu pembersihan kolom tersebut.

Dan bila waktu panen sesuai umur, jenis ikannya sebaiknya di jual sebagai ikan olahan saja, agar mendapatkan keuntungkan yang lebih baik lagi. Dan apa bila hanya hendak menjual ikan segar sebaiknya jual kepada kumsumen lansung seperti warga sekitarya ataupun kepada para warung-warung makan dengan sistem jemput bola.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar