Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Jumat, 29 Januari 2010

Siti Permata Sari


Aku tinggal di desa Kreman- Tegal Jawa Tengah. Kedua orang tuaku bekerja mencari nafkah di Kota Besar di Jakarta. Walaupun aku dilahirkan di Jakarta , dan saat ini tinggal di kampung tapi dengan rasa bangga hidup desa ku tercinta. Berangkat ke sekolah dan mengaji tampa terlalu bising seperti aku tinggal waktu itu Jakarta, sehingga menuntut ilmu di sekolah serta mengaji dengan tenang dan bahagia. Aku selalu berusaha terbaik dalam kebenaran di sekolah maupun di lingkungan rumah bermain bersama teman-temanku yang aku hormati. Walaupun masing kecil aku punya cita-cita setinggi langit, untuk itu berangkat ke sekolah dan mengaji demi cita-citaku ini. Patuh dengan nasehat, menyimak pelajaran dan tak lupa mengejarkan PR di kala guru memberikannya. Setiap sholat 5 waktu akupun tak lupa mendoakan kepada kedua orang tuaku agar mendapatkan rejeki yang halal. Dan syukurlah saat ini jaman mulai maju bila ingin bicara ke dua orang tua cukup melalui hp, dengan mudah kedua aku melepas rindu kepada orang tua walupun hanya dengar suara saja. Tak seperti jaman dulu sebelum aku lahir, ibuku bilang bila kangen sama ayah ataupun memerlukan sesuatu hanya kirim surat melalui via pos.

Sepertinya aku sudah terbiasa dengan belajar dan mengaji setiap hari layaknya aku tinggal persantren, dengan tepat waktu. Hal ini aku lakukan tampa paksaan kedua orang tua ataupun nenek serta kakek, atas dasar kesadaran sendiri mengejar cita-cita setinggi langit. Di tambah lingkungan sekitar rumahku anak-anak sebayaku rajin sekolah dan mengaji sama dengan aku ini.

Oya ,aku pernah demo seperti layaknya orang tua itupun aku dapat lihat melalui tv, tapi demoku hanya sendiri dan cukup lama juga sih sampai satu mingguan. Waktu ada pendaftaran murid baru akupun ingin masuk sekolah juga, aku minta ijin kedua orang tuaku via telp ya masalah nantinya pasti ada biaya juga. Ketika waktu pendafran murid baru dibuka aku minta antarkan sama bibiku agar di daftarkan masuk sekolah, dengan rasa senang bisa sekolah. Tapi ternyata aku tak dapat di terima mengingat usiaku masih 6 tahun kurang, namun aku tak putus asa setiap hari dari pagi sampai siang aku selalu hadir dan duduk di depan pintu pendaftaran penerimaan murid baru sambil menunggu ayahku kembali dari Jakarta. Syukurlah ayahku kembali dari Jakarta, mengingat teguhnya aku ingin sekolah dan ayahku mengajak aku menghadap kembali ke sekolah menemui tempat pendaftaran murid baru. Ayahku menjelaskan bahwa aku sudah rajin membaca, menulis dan kebiasaan setiap ke warung hanya minta di belikan buku dan pinsil yang keperluan sekolah.Dan ayah memohon kepada guru agar di berikan kesempatan sebagai siswi baru. Syukurlah akupun dapat di terima menjadi siswi baru. Kesepatan ini tak ku sia-siakan dengan rajin belajar, menyimak pelajar serta membuat PR dari sekolah.
Dan waktu mengajipun sama demikian. Orang tuaku yang mendaftarkan untuk mengaji atas kemauan aku sendiri.Hal ini kedua orang tuaku sangat sayang dan bangga memiliki buat hatinya yang selalu terbaik demi masa depan dan harapan orang tuaku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar