
Kehidupan di desaku untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan sangat sulit, apa lagi banyaknya para pemuda dan pemudi yang telah lulus dari perguruan tinggi atau memiliki keahlian lebih memilih mencari pekerjaan di kota Besar. Pada umumnya mengatakan biaya pendidikan sangat tinggi, modal dan lain sebagainya. Sehingga banyak para petani tak memiliki sawah atau di sebut kuli tani yang pendapatan tak lebih dari Rp.12.000,-/hari. Hal ini banyak kehidupan di desaku yang hidup serba kekurangan, karena penghasilan tak cukup untuk keperluan sehari-hari seperti untuk membeli sembako dan lain-lainnya.
Dan Saya kira banyak kaum urban datang ke kota-kota besar seperti Jakarta karena sulitnya mencari pekerjaan di desa ya seperti di desaku ini. Dan kita perlukan tokoh masyarakat yang dapat membangun desaku tercinta ini, yang bukan tokoh masyarakat musiman. Tapi walaupun sulit dan niat serta doa, di suatu hari akan ada tokoh harapan semua warga dan menjadi desa percontohan bagi desa lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar