Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Rabu, 03 Februari 2010

Karena Sabar

Di suatu hari di desaku,ada orang pemuda yang nama Eko. belium baru lulus sekolah kejuruan dengan jurusan mesin. Dengan bermodal ijasah beliau merantau ke Jakarta mengikuti jejak para pemuda lainnya. Sampai di Jakarta beliu melamar pekerjaan setiap perusahaan yang di kunjungi, namun hasil belum dapat yang di harapkan. Semua perusahaan yang di kunjungi menyatakan belum ada lowongan kerja.

Setelah sekian hari hidup di Jakarta dan ongkos biaya hidup semakin menipis,akhirnya di putuskan apa saja pekerjaan asal halal dan tidak merugikan orang lain. Setelah setahun kemudian Ekopun pulang ke kampung bersamaan hari Raya Lebaran. Setelah berlebaran di kampung halaman selama 1 minggu, Ekopun tak berniat kembali ke Jakarta hanya hidup di kampung dan bekerja sebagai kuli tani.

Selama kurang lebih 3 bulan hidup di kampung , ternyata ada kabar gembira ada pembukaan kursus gratis dari Pemerintah Daerah. Ekopun mendaftarkan mengikuti pelatihan dan untungnya pelatihan sesuai dengan pendidiknya. Eko mengambil kursus muntir sepeda motor selama 3 bulan. Walaupun gratis namun ongkos kendaran harus di keluarkan pula, mengingat dari kampung ke kota harus menggunakan kendaraan umum. Semangat untuk kursus tetap tinggi demi masa depan. Akhirnya dengan menggunakan sepeda dengan jarak kurang lebih 4 kilo tetap di jalani dengan berangkat setelah sholat subuh dan pulang pada sore harinya.

Hari-hari tetap di jalani dengan sabar dan iklas,setelah selesai kursus selama 2 bulan, Ekopun dapat pekerjaan di kampung sebagai montir manun harap masih jauh, dengan sabar menjadi montir di kampung walaupun bayaran hanya cukup untuk jajan saja tetap di jalani. Setelah cukup yakin selama 1 tahun akhirnya Eko berangkat ke Jakarta melamar sesuai keahlian yang di miliki.

Di Jakarta Eko melamar di bengkel sesuai lowongan pekerjaan yang di butuhkan tenaga montir. Ternyata tak begitu saja langsung di terima walaupun dalam surat lamaran sudah cukup menyakinkan. Ekopun di tes langsung mengerjakan berapa motor yang rusak perlu perbaikan. Di sore hari ekopun dipanggil dan di berikan uang imbalan atas hari hari bekerja sebesar Rp. 60.000,- . Yang hanya di pikiran tak lolos tes saja,ternyata lain dugaan. Di terima, Bos berkata " Saudara Eko saya terima bekerja di sini dengan gaji Rp. 700.000,- dan uang makan Rp.12.000,-". Dengan rasa bersyukur kepada Allah atas karunia yang di berikan. Ekopun tetap Eko yang sabar yang selalu bersyukur atas karunia dari Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar