Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Jumat, 05 Februari 2010

MENJALANKAN RUKUN ISLAM KE 5

Di desaku ada seorang warga yang memiliki kebun dan sawah cukup luas,sehingga termasuk orang terpandang di desanya. Di suatu hari menjelang sholat zuhur ke kembali dari sawah untuk menjalan sholat zuhur mengingat suara azan telah berkomandan yang terdengar musholah. Setelah mandi membersihkan diri lalu menjalan sholat zuhur. Setelah itu makan siang, kemudian duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok. Pikiran melamun, memikirkan padi di sawahnya mulai di serang hama kembali apa gerangan yang salah. Waktu penanaman, pemupukan sesuai dengan petunjuk dari petugas penyuluhan pertanian desanya. Usaha apapun telah di jalankan,namun hama tetap saja mengganggu padinya di sawah.

Di sore harinya kembali ke sawah untuk mengecek kembali seperti biasa ia lakukan sebelumnya. Sebelum azan Maghrib berkomandan ia pulang dan mandi lalu pergi ke mosholah untuk menjalan sholat Maghrib berjamaah bersama warga lainnya. Sampai selesai sholat Isa barulah pulang ke rumah untuk istirahat sambil nonton acara di tv. Setelah waktu tidur tiba kira jam 22.00 wib belium ke kamar tidur untuk tidur. Di tengah malam belium terbangun dari tidurnya pergi ke kamar mandi untuk berwudhu sebelum menjalan ibadah sholat sunah tahajud, selesai sholat berdoa memohon petunjuk apa yang harus ia lakukan demi hasil pertanian tidak di rusak oleh hama dan tidak rugi waktu panen nantinya.

Setelah selesai ia kembali tidur,di dalam tidur ia bermimpi bertemu ke dua orang tuanya agar pergi ke Tanah Suci. Sebelum menjawab permintaan orang tua , istrinya membangunkan untuk sholat subuh. Akhirnya ia bangun pergi ke musholah untuk sholat subuh berjamaah.

Setelah pagi harinya seperti biasanya ia pergi ke sawah untuk mengecek apa saja yang ia belum lakukan. Di dalam perjalanan ia masih mengingat apa gerangan mimpiku itu. Langkah demi langkah dan pasti berjalan pergi ke sawah. Pas sampai pertigaan belium mampir untuk membeli sebungkos rokok dan segelas kopi. Sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokoknya.Ia mengingat kembali. Mungkin ke dua almahum mengingat sudah waktunya menjalankan Rukun Islam yang ke 5.

Ia tak jadi berangkat pergi ke sawah dan kembali ke rumah. Sampai di rumah ia mengecek buku tabungan dan dinyakinkan cukup untuk menjalan Rukun Islam ke 5 ia pergi ke Bank untuk mengetor pembayarannya ibadah Haji syukur-syukur tahun depan bisa berangkat ke Tanah Suci. Setelah di berikan penjelasan dari pihak terkait persyaratan dan pemberitahuan untuk tahun ini dan tahun depan sudah penuh, namun tetap yakin tabungan tetap di setorkan untuk ibadah Haji.

Setelah kembali ke rumah, belium menjalan kegiatan sehari-hari seperti ke sawah, ke ladang dan tetap menjalan ibadah sholat 5 waktu serta sholat sunah lainya, walaupun tanaman padi terserang hama belium tetap sabar dan iklas. Belium tak mengeluh walaupun nantinya hasil panel mengalami kerugian kembali seperti tahun sebelumnya.

Karena kesabaran dan keiklasan serta niat dapat menjalan ibadah Haji,tak di sangka-sangka dapat surat pemberitahuan bahwa belium berangkat dapat berangkat ibadah Haji tahun ini. Dengan rasa bersyukur kepada Allah mendapat kabar baik akhir belium mengadakan syukuran di musholah setelah Ba'da isa dengan mengundang para tokoh agama dan masyarakat untuk dapat mengadari syukur yang belium ada. Walaupun undangan hanya melalui lisan semua tokoh agama maupun masyarakat datang untuk mengikuti syukuran yang diadakannya. Dan esok harinya beliau kembali membeli berapa kambing untuk di sembeleh dan dagingnya di bagikan kepada warga sekitarnya yang tidak mampu.

Waktu berangkatnyapun belium mengadakan selamatan kembali di rumah sebelum menuju tempat asrama khususnya para calon berkumpul sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji. Ini semua mendoakan agar menjadi yang Mabrul dan ada pula warga menitipkan uangnya agar dapat di berikan kepada para pakir miskin di Tanah Suci yang berkeyakinan agar dapat pula di doakan dan dapat pula menunaikan ibadah haji pula.

Setelah berangkat di tanah suci belium dan istrinya menjalan ibadah hajinya. Setelah selesai menjalan ibadah Hajinya belium kembali ke tanah air dan kembali ke desa dengan selamat. Belium bercerita banyak hal-hal kejadian yang baik di dalam menjalani ibadah hajinya di Tanah Suci. Mungkin ini iya katakan gambaran semasa hidup yang ia jalani di tanah airnya. Setelah menjadi seorang Haji usahanya mulai membaik, tanaman pagi di sawah dan tanaman palawijahnya di ladang dapat panen melebihi yang ia harapkan. Dari hasil keuntungan panelnya belium langsung membayar zakat penghasilan dan beliaupun selalu membantu pakir miskin dan anak-anak yatim-piatu.
Belium selalu bersyukur dan iklas apa yang Allah berikan baik kesenangan maupun kesusahan. Dan tetap menjalankan kehidupan sehari-hari karena Allah semata sampai hayatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar