Di desaku memiliki tokoh agama yang pekerjaannya sebagai penghulu nikah dan Ustadz.Di dalam kehidupan di masyarakat beliau sangat dihormati, mengingat belium selalu memberikan ceramah baik di mesjid, musholah maupun di rumah warga yang memiliki hajatan selalu memberikan ceramah yang terbaiknya dan di sesuaikan acaranya karena Allah SWT . Sehingga para warga sangat hormat kepadanya, mengingat beliaupun sama sangat menghormati warga. Akupun pernah mengalami, di waktu berjalan hendak belanja ke warung hanya sekedar membeli rokok,tiba-tiba ada pengendara sepeda motor berhenti dan menegur. Rasanya malu juga beliau seorang tokoh agama dan umurnyapun lebih tua menegur secara halus tutur katanya, seharusnya aku yang lebih muda menegur dahulu atau menyapanya. Itupun tak hanya sekali saja ,tapi setiap bertemu selalu menegur atau menyapa.
Mengingat beliau selalu dekat dengan masyarakat bukan karena pekerjaan , menurutku beliau sangat pass menjadi colon kepada desa yang akan datang. Walaupun Kepala Desa saat ini juga baik dan memiliki royalitas terhadap para warga sangat tinggi tapi masalah tak mungkin beliau menjadi Kepada Desa untuk seumur hidup.
Bila ada tokoh masyarakat lain yang mempunyai jiwa kepemimpinan, apalagi masih muda atau semangat tinggi untuk membangun dengan idel-idelnya yang cemelang serta dukungan penuh dari masyarakat. Apa lagi para calon Kepala Desa sudah dapat berkarya untuk membangunan desanya seperti mampu memproduksi hasil panel pertanian, pertenakan, perikanan atau juga menyediakan lapangan pekerjaan seperti kerajinan dapat dipasarkan sampai pancanegara.
Hal ini bila bisa tercapainya ,maka para calon Kepala Desa yang akan datang pasti terpilih dengan sendirinya dan apa bila tak dapat terpilih! tetap nama harum di kenang setiap para warganya dan mancanegara.
Dan apa bila hanya membuat janji belaka nanti terpilih menjadi Kepala Desa akan membangunan atau lainnya akan berakibat roda perekonomian berjalan di tempat dan pemerintahan daerah terhambat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar