Ayah bercerita, bahwa mempunyai atasan yang sangat pantas dan mulia yang harus diikuti perbuatan dan tingkah lakukanya, karena kata ayah sangat sulit memiliki atasan seperti beliua. Dan sayapun bertanya mengapa ? Kata ayah setiap pekerjaan selalu niat karena Allah, dan ia selalu tak lepas ibadah serta selalu tepat menjalankan waktu sholat lima waktu. Hal ini di buktikan dengan setiap waktu sholat tiba selalu di jalankan dan mengajat bersama-sama sholat berjamaah kepada karyawannya sesama muslim. Setelah sholatpun tak lupa memberi nasehat agar kita semua dapat menjalan tugas yang baik dan selalu niat karena Allah.
Dari tutur katanya yang selalu keluar selalu yang terbaik, bila ada karyawan yang salah menjalankan tugaspun belium tak marah dan selalu memberi contoh agar karyawan dapat mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu. Sehingga teman-teman ayah sesama karyawan sangat menghormati. Walaupun ada sebagian karyawan tak suka, mungkin karena ingin selalu mengerjakan jalan pintas tampa prosedur yang jelas. Kata ayah , atasannya benar sekali dan ingin selalu memberikan kepada karyawannya melakukan pekerjaan dengan prosedur yang matang dan jelas agar tidak merugikan perusahaan dan mengecewakan rekanan kerja ataupun pihak-pihak lain.
Apa lagi bila atasannya bila ke luar kantorpun selalu ijin dan tepat waktu bila kembali ke kantornya, apalagi bila atasan ayah sakit selalu minta ijin tak masuk dan tak lupa menitip pesan kepada karyawan selalu memberi tahu kepada rekanan kerja ataupun pihak-pihak lain yang telah di jabwalkan pertemuan segera di hubungin agar tidak menimbulkan kecewa atas pembatalan pertemuan. Hal ini membuat ayah sangat menghormati dan harus di contoh karena atasannya memiliki hati dan perbuatan yang baik.
Kata ayah , kita harus menjalankan karena Allah dan jangan melalukan yang di larangan Allah, baik di rumah , di sekolah ataupun hidup di masyarakat. Ambilnya contoh atasannya HATI DAN PERBUATAN YANG BAIK.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar