Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Senin, 26 April 2010

IBUKU BERCERITA


Ibuku bercerita , sewaktu umur 10 tahun ia telah merantau ke Jakarta ikut orang bekerja untuk membantu kedua orang tua dan adik-adiknya sebagai pembantu rumah tangga. Ia terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan masa bermain bersama-sama teman-teman demi mencari nafkah untuk kedua orang tuanya yang selama itu hidup di bawah garis kemiskinan. Tak ada rasa berkecil hati ataupun malu bekerja sebagai pembantu ibuku bercerita kepadaku.

Sebagai anak tertua dari 5 bersaudara dan sebagai anak perempuan serta belum waktunya untuk bekerja untuk mencari nafkah untuk kedua orang tuanya. Tapi semangat dan niat untuk meringangkan beban kebutuhan kedua orang tua.

Selama hidup di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga ia jalani dengan tabah , Waktu terus berjalan ,lebaran sudah lima kali berlalu , rasa kangen bertemu orang tua serta kepada adik-adiknya semakin besar. Tapi bingun ingin pulang tak tahu bagaimana caranya. Hanya berdoa yang dapat kupanjatkan agar dapat pulang bertemu kedua orang tua serta adik2nya tercinta. Akhirnya doanya terkabul, terbukti dari cerita nenekku selalu menitip pesan setiap para tetangga yang pulang pergi ke Jakarta agar dapat mencari ibuku ini.

Di suatu hari sore-sore ibuku di teras rumah majikannya , ada seorang tukang becak menegornya. Kamu anak nya si A yaa ? Terus tukang becak menyakinkan diri ibuku bahwa ia satu desa dan dapat amanat dari kedua orang tuanya untuk mencarikan ibuku. Setelah yakin akhirnya ,Ibuku minta tolong sampaikan kepada majikannya agar dapat diijinkan pulang kampung. Setelah mendapat ijin akhirnya pulang kampung di antar tukang becak yang satu kampung dengan ibuku.

Sesampai di kampung , uang gaji ibuku kuserahkan kepada orang tuanya ( ya nenek dan kakekku itu ) untuk belanja sehari-hari dan memperbaiki rumah yang saat itu benar-benar sudah tak layat untuk sebagai tempat tinggal , mengingat bila hujan semua genteng pada bocor , dinding dari anyaman bamboo sudah pada bolong. Hal ini bila hujan becek di rumahku tak akan kering selama beberapa hari dan dingin bila angina berhembus walaupun tak kencang udara dingin sangat terasa.
Setelah beberapa minggu di kampong , ia ibuku berangkat ke Jakarta lagi untuk bekerja dan membantu mencari nafkah kedua orang tuanya. Sampai ibuku mendapatkan jodohnya ia itu ayahku di Jakarta.

Oleh karena itu ibuku sangat bangga bila aku bersekolah dengan rajin apa lagi mendapat nilai-nilai yang baik. Walaupun aku masih kecil disiplin tetap terjaga walupun terkadang lupa juga ataupun capek. Ibuku berharap suatu hari bila aku dewasa dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang banyak bukan sebagai pencari pekerjaan sehingga dapat mengangkat derajat keluarga yang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar